Menurut Wimboh, di Jakarta, Kamis, bahkan pangsa pasar perbankan syariah bisa mencapai 20 persen dalam beberapa tahun ke depan. Namun, ujarnya, perihal berapa pangsa pasar keuangan syariah dibanding konvensional bukanlah hal yang terlalu substantif.
Lebih baik, kata Wimboh, otoritas dan pelaku industri keuangan syariah fokus bagaimana mendorong masyarakat untuk mengadaptasi seluruh aspek keuangan syariah, tidak hanya berkutat pada statistik.
"Target pangsa pasar lima persen itu mudah. Mau 20 persen juga bisa," ujarnya dalam Seminar Industri Syariah dan Pemerataan Perekonomian.
Wimboh mengatakan lebih baik industri keuangan syariah memikirikan upaya untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pemerataan perekonomian. Beberapa upayanya adalah dengan meningkatkan pembiayaan untuk segmen mikro.
Menurutnya, boleh saja perbankan syariah juga menyalurkan pembiayaan ke segmen korporasi seperti infrastruktur, tetapi harus terukur dan tidak berlebihan. Sedangkan untuk konsumer, kata dia, risikonya terlalu besar dan berpotensi meningkatkan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Perfroming Financing/NPF).
"Lebih baik fokus ke mikro, perluas jaringan ke daerah dan juga kembangkan semua produk dan jasa keuangan," ujar dia.
Wimboh juga meminta industri keuangan syariah untuk mampu bersaing dengan konvensional dalam hal pembaruan produk. Industri keuangan syariah diminta untuk juga agresif mengadaptasi perkembangan teknologi dalam produk dan jasa keuangannya.
"Sehingga masyarakat berminat pindah ke syariah," ujar Mantan Komisaris Utama PT. Bank Mandiri Persero Tbk ini.
Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA2017
Baca Kelanjutan Lagi OJK: meningkatan pangsa pasar syariah hal mudah : http://ift.tt/2fM2iRNBagikan Berita Ini
0 Response to "OJK: meningkatan pangsa pasar syariah hal mudah"
Post a Comment