
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR Lolly Martina Martief dalam rilis di Jakarta, Senin, mengatakan untuk meningkatkan kualitas SDM, BPSDM menyelenggarakan pelatihan reguler dan pelatihan sertifikasi.
Menurut dia, pesertanya tidak hanya diperuntukkan bagi ASN Kementerian PUPR, namun juga dapat diikuti ASN pemda yang akan mendukung pembangunan infrastruktur PUPR di berbagai wilayah di Indonesia.
Ia memaparkan, pada tahun 2019, BPSDM menargetkan jumlah SDM yang dilatih sebanyak 10.050 orang dengan rincian bidang sumber daya air 1.590 orang, jalan jembatan 1.320 orang, konstruksi 1.650 orang, permukiman 690 orang, perumahan 540 orang, pengembangan infrastruktur wilayah 390 orang serta manajemen dan jabatan fungsional 3.870 orang.
Pelatihan yang diselenggarakan BPSDM mengikuti kebutuhan keahlian dari alur proses pembangunan infrastruktur yakni mulai dari tahap perencanaan konstruksi (survei, investigasi, desain), pengadaan lahan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan.
Baca juga: Menteri Basuki sebut percepatan infrastruktur butuh SDM dengan penguasaan teknologi yang handal
Sebelumnya, Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin menyatakan bahwa SDM yang berkualitas merupakan formula dan kunci utama untuk keberhasilan penyelenggaraan infrastruktur, sehingga kompetensi harus benar-benar diperhatikan.
Menurut Syarif, pembangunan infrastruktur telah diketahui menjadi fokus utama pemerintah, karenanya guna mengimbangi masifnya pembangunan infrastruktur tersebut dibutuhkan kesiapan rantai pasok konstruksi, material dan peralatan, teknologi, dan kesiapan kompetensi dan jumlah SDM yang memadai.
Namun saat ini, jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat masih belum memenuhi kebutuhan Pembangunan Infrastruktur yang besar.
Dari total 8,14 juta tenaga kerja konstruksi, baru 10 persen yang bersertifikat, dengan latar belakang tingkat pendidikan di bawah pendidikan SMA sebanyak 5,98 juta orang dan di atas pendidikan SMA sebanyak 2,15 juta orang.
Sertifikat yang telah dikeluarkan terdiri atas 525.857 untuk tenaga terampil (analis/teknisi dan operator) dan sertifikat tenaga ahli sebanyak 241.322.
Sedangkan, dilihat dari jumlah tenaga kerjanya yang sudah tersertifikasi sebanyak 485.534 orang dengan komposisi tenaga terampil sebanyak 333.706 orang dan tenaga ahli sebanyak 151.828 orang.
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa SDM konstruksi masih didominasi tenaga terampil, yang ditunjukkan bahwa tenaga ahli hanya 4,49 persen dari total tenaga kerja konstruksi.
Dengan demikian, menurut Syarif, jumlah tenaga ahli bersertifikat baru sekitar 150.000 orang dan berarti masih belum memenuhi kebutuhan yang mencapai 700.000 orang, atau dengan kata lain terdapat gap atau kesenjangan kebutuhan tenaga ahli hingga sebesar 550.000 orang.
Baca juga: Kualitas SDM, formula utama kesuksesan infrastruktur
Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kementerian PUPR targetkan latih 10.050 SDM pembangunan infrastruktur"
Post a Comment