
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin, mengatakan dolar AS cenderung menguat pada awal pekan ini di tengah kabar mengenai Tiongkok yang membatalkan rencana pembicaraan dagang dengan Amerika Serikat.
"Beijing kemungkinan tidak akan mengadakan pembicaraan dagang dengan Washington sampai November mendatang. Situasi itu membuat pelaku pasar memilih aset safe haven seperti dolar AS," katanya.
Ia menambahkan solidnya perekonomian Amerika Serikat dan proyeksi kenaikan suku bunga The Fed turut mempengaruhi permintaan dolar AS sehingga mendorong mata uang Amerika Serikat itu terapresiasi.
Ia mengatakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed masih cukup tinggi sehingga memungkinkan bagi dolar AS untuk mendapat momentum penguatan.
"Dolar AS cenderung dalam posisi penguatan seiring proyeksi kenaikkan suku bunga Fed," katanya.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (24/9), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.865 dibanding sebelumnya (21/9) di posisi Rp14.824 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah Senin melemah dipicu sentimen negatif perang dagang
Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Rupiah awal pekan melemah jadi Rp14.872"
Post a Comment